Kearifan Lokal dalam Pariwisata: Menelusuri Keunikan Desa Panglipuran

Yogyakarta, 16 November 2024 – Fakultas Ekonomi Universitas Widya Mataram Yogyakarta mengadakan kunjungan ke Desa Wisata Panglipuran, Bali, pada tanggal 12 November 2024. Kegiatan ini dipimpin oleh Dekan Fakultas Ekonomi, Dr. Jumadi, SE, MM, dan didampingi oleh pengurus fakultas, program studi, serta dosen-dosen Fakultas Ekonomi.

Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari pengelolaan pariwisata berkelanjutan di Desa Panglipuran, yang dikenal dengan keindahan alam dan kekayaan budaya lokalnya. Rombongan Fakultas Ekonomi berkesempatan untuk mendalami praktik terbaik yang telah diterapkan di desa wisata ini, dengan harapan dapat menginspirasi mahasiswa dalam proyek dan penelitian mereka.

Dekan Fakultas Ekonomi, Dr. Jumadi, SE, MM, menyampaikan, “Melalui kunjungan ini, kami ingin mendapatkan wawasan yang lebih mendalam tentang pengelolaan ekonomi desa wisata yang berkelanjutan. Kami percaya bahwa pemahaman ini dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam perjalanan akademik dan karier mereka di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.”

Selama kunjungan, rombongan berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat, mengamati proses pembuatan kerajinan tangan tradisional, dan menikmati pertunjukan seni yang melibatkan partisipasi aktif dari penduduk lokal. Diskusi dengan pengelola desa berfokus pada tantangan yang dihadapi dalam pengembangan pariwisata, serta strategi untuk menjaga kelestarian budaya dan lingkungan sambil tetap meningkatkan pendapatan bagi masyarakat.

Kunjungan ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga menjalin hubungan yang lebih erat antara Universitas Widya Mataram Yogyakarta dan masyarakat lokal, dalam rangka menciptakan ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Dosen FE UWM Raih Gelar Doctor of Philosophy di Bidang Manajemen Bisnis dari University of Kuala Lumpur

Dosen Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Widya Mataram (UWM), Antonius Satria Hadi, berhasil meraih gelar Doctor of Philosophy (PhD) dalam bidang ilmu Manajemen Bisnis. Ia resmi diwisuda pada Sabtu (16/11) pagi di University of Kuala Lumpur, Malaysia. Gelar tersebut diperoleh Antonius setelah menyelesaikan disertasi dengan judul “Educational Pathways to Entrepreneurship: Unveiling the Correlations between Education, Intention, and Commitment among Undergraduate Students in Indonesia.”

Dalam penelitiannya, Antonius mengkaji hubungan antara pendidikan kewirausahaan dengan niat serta komitmen berwirausaha di kalangan mahasiswa Indonesia. Penelitian ini menyoroti pentingnya pendidikan kewirausahaan sebagai jalan strategis dalam mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia. Menurutnya, pendidikan kewirausahaan dapat mendorong mahasiswa untuk menciptakan nilai dan inovasi dalam kegiatan berwirausaha, sehingga mampu mengatasi permasalahan ekonomi secara mandiri tanpa bergantung pada pemerintah.

Antonius juga memperkenalkan teori baru yang dinamakan The Vortex Model of Entrepreneurship, yang diharapkan mampu memperkaya kajian akademis dalam bidang manajemen bisnis dan kewirausahaan. Teori ini menawarkan pemahaman baru mengenai bagaimana pendidikan kewirausahaan dapat membentuk sikap, norma subjektif, dan kendali perilaku yang mempengaruhi niat serta komitmen berwirausaha mahasiswa. Model ini diharapkan dapat memberikan panduan bagi pengembangan kurikulum pendidikan kewirausahaan di Indonesia.

Penelitian ini melibatkan lebih dari 500 responden mahasiswa beberapa perguruan tinggi di Indonesia, dengan metode pengambilan sampel bertahap (multistage sampling). Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan analisis faktor konfirmatori (confirmatory factor analysis atau CFA) dan teknik pemodelan persamaan struktural (structural equation modeling atau SEM) melalui perangkat lunak Analysis of Moment Structures (AMOS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar hipotesis yang diajukan diterima, dan penelitian ini turut memberikan saran untuk penelitian lanjutan dalam mengeksplorasi pendidikan kewirausahaan, niat, dan komitmen berwirausaha di Indonesia.

Dengan raihan gelar doktor ini, Antonius berharap dapat berkontribusi lebih dalam pengembangan pendidikan kewirausahaan di Indonesia, serta memberikan rekomendasi strategis bagi pemerintah dan institusi pendidikan tinggi dalam meningkatkan jumlah wirausahawan muda di tanah air.

©HumasUWM

Kunjungan Industri Fakultas Ekonomi Universitas Widya Mataram ke ITDC Nusa Dua Bali: Menyongsong Masa Depan Pariwisata Berkelanjutan

Yogyakarta, 16 November 2024 – Fakultas Ekonomi Universitas Widya Mataram telah mengadakan kunjungan industri ke Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) di Nusa Dua, Bali, pada 14 November 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan praktis kepada mahasiswa tentang pengelolaan industri pariwisata dan penerapan konsep pariwisata berkelanjutan di salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia.

Kunjungan ini dipimpin oleh Dekan Fakultas Ekonomi, Dr. Jumadi, SE, MM, dan dihadiri oleh 75 mahasiswa serta dosen pendamping yang terdiri dari Bahri, SE, MM Wakil Dekan I, Kristiana Si Utami, SE, MM Kaprodi Manajemen, Ainun Hertikasarai, SE, M. Akt. CA Kaprodi Akuntansi dan Utami Tunjung Sari, SE, MSc Kaprodi Kewirauasahaan serta Dosen senior Akuntansi Drs. Samsul Bakri, MM. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh bagian komunikasi ITDC yang diwakili oleh I Made Sulasa. Dalam sambutannya, I Made Sulasa menyampaikan pentingnya kolaborasi antara dunia akademis dan industri dalam mendukung pengembangan pariwisata di Indonesia.

“ITDC tidak hanya fokus pada pengembangan infrastruktur, tetapi juga berkomitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal. Kami percaya bahwa wisata berkelanjutan adalah kunci untuk masa depan pariwisata Indonesia,” ungkap I Made Sulasa.

Selama kunjungan, mahasiswa Fakultas Ekonomi diajak untuk melakukan studi lapangan dan melihat langsung fasilitas serta pengelolaan kawasan Nusa Dua yang mencakup hotel-hotel berbintang, pusat perbelanjaan, dan destinasi wisata budaya. Di akhir kunjungan, peserta diajak berpartisipasi dalam diskusi interaktif mengenai tantangan dan peluang yang dihadapi industri pariwisata di era pasca-pandemi.

Dekan Fakultas Ekonomi, Dr. Jumadi, SE, MM, menyatakan, “Kunjungan industri ini merupakan bagian dari upaya Fakultas Ekonomi Universitas Widya Mataram untuk menjembatani antara teori dan praktik di lapangan. Kami berharap mahasiswa dapat menerapkan pengetahuan yang didapat untuk mendukung pengembangan pariwisata yang lebih baik di masa mendatang.”

Dengan mengedepankan kolaborasi antara dunia akademis dan industri, Fakultas Ekonomi Universitas Widya Mataram berkomitmen untuk terus mendorong mahasiswa meraih pengalaman praktis yang relevan, serta memperkuat pemahaman mereka tentang pengelolaan pariwisata yang inovatif dan berkelanjutan.

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menjalin kerja sama yang lebih erat antara Fakultas Ekonomi Universitas Widya Mataram dan ITDC, serta memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan sektor pariwisata di Indonesia.

Kunjungan Industri FE UWM: Membangun Jembatan Antara Teori dan Praktik di Krisma Bali

Bali 13, November 2024 – Fakultas Ekonomi Universitas Widya Mataram (FE UWM) melakukan kunjungan industri ke Krisna sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri makan dan pusat oleh-oleh.Kegiatan ini diikuti oleh 75 mahasiswa dan 7 dosen pendamping, antara lain: Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi Bahri, SE, MM, Kaprodi Manajemen Kristiana Sri Utami, SE, MM, Kaprodi Akuntansi Ainun Hertikasari, SE, M.Akt. CA, Kaprodi Kewirausahaan Utami Tunjung Sari, SE, MSC, dan Drs. Samsul Bakri, MM, rombongan di pimpimim oleh Dekan FE UWM, Dr. Jumadi, SE, MM serta di dampingi oleh KTU Fakultas Ekonomi, Fajar Eko Susilo, ST.
Rombongan disambut langsung oleh Humas, Ibu Ayunda dan Bagian Produksi Krisna. Dalam pemaparannya memberikan tentang sejarah sukses pendiri Krisna yang menekankan pentingnya semangat dan spirit Kewirausahaan. Hal penting yang dilakukan oleh pendiri Krisna dalam mengembangkan usahanya dengan konsep “Lihat, Tiru, Kembangkan (LTK) serta gas pol ( jangan tunda-tunda). Humas Krisna berharap dapat terus bekerja sama dengan FE UWM dalam kegiatan serupa di masa mendatang. Semtara itu Dekan FE, dalam sambutanya menjelaskan bahwa dengan Kunjungan Industri Mahasiswa memiliki kesempatan untuk melakukan studi lapangan di ruang produksi dan berbicara langsung dengan karyawan perusahaan. Mereka dapat belajar tentang strategi pemasaran, manajemen operasional, dan proses produksi yang digunakan di Krisna.
Kunjungan ini merupakan salah satu langkah strategis FE UWM untuk memberi mahasiswanya pengetahuan praktis dan membangun hubungan yang kuat dengan industri.
Akhir kegiatan merupakan sesi tanya jawab, di mana siswa aktif berbicara dan mengajukan pertanyaan kepada narasumber tentang pengalaman mereka dalam mengelola kegitan.

Kunjungan Budaya FE UWM: Memperkuat Visi Kampus Berbasis Budaya

Bali, 12 November 2024 – Fakultas Ekonomi Universitas Widya Mataram (FE UWM) melakukan kunjungan budaya ke Bali, lokasi kunjung budaya di Pura Ulun Danu Bratan di Bedugul.
Kegiatan ini diikuti oleh 75 mahasiswa dan 7 dosen pendamping, antara lain: Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi Bahri, SE, MM, Kaprodi Manajemen Kristiana Sri Utami, SE, MM, Kaprodi Akuntansi Ainun Hertikasari, SE, M.Akt. CA, Kaprodi Kewirausahaan Utami Tunjung Sari, SE, MSC, dan Drs. Samsul Bakri, MM, rombongan di pimpimim oleh Dekan FE UWM, Dr. Jumadi, SE, MM serta di dampingi oleh KTU Fakultas Ekonomi, Fajar Eko Susilo, ST.
Dekan Fakultas Ekonomi menyampaikan bahwa Kunjungan Budaya ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang berharga bagi mahasiswa terkait budaya Nusantara yang beragam Lebih lanjut Dekan FE, menjelaskan bahwa dengan Kunjungan Budaya Mahasiswa memiliki kesempatan untuk memahami budaya Nusantara termasuk budaya masyarakat Bali.

Kunjungan Industri FE UWM: Membangun Jembatan Antara Teori dan Praktik di PT Pratista Surya Utama

Sidoarjo, 11 November 2024 – Fakultas Ekonomi Universitas Widya Mataram (FE UWM) menggelar kunjungan industri ke PT Pratista Surya Utama, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri makan. Kegiatan ini diikuti oleh 75 mahasiswa dan 7 dosen pendamping, antara lain: Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi Bahri, SE, MM, Kaprodi Manajemen Kristiana Sri Utami, SE, MM, Kaprodi Akuntansi Ainun Hertikasari, SE, M.Akt. CA, Kaprodi Kewirausahaan Utami Tunjung Sari, SE, MSC, dan Drs. Samsul Bakri, MM, rombongan di pimpimim oleh Dekan FE UWM, Dr. Jumadi, SE, MM serta di dampingi oleh KTU Fakultas Ekonomi, Fajar Eko Susilo, ST. Dekan Fakultas Ekonomi menyampaikan bahwa Kunjungan Industri ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang berharga bagi mahasiswa sekaligus memperkuat kerjasama antara dunia pendidikan dan industri.

Rombongan disambut langsung oleh Humas PT Pratista Surya Utama yang memberikan presentasi tentang sejarah, visi, dan misi PT Pratista Surya Utama, serta menekankan pentingnya kerja sama antara lembaga pendidikan dan bisnis untuk mempersiapkan generasi mendatang untuk tantangan yang ada di dunia kerja.
Lebih lanjut Dekan FE, menjelaskan bahwa dengan Kunjungan Industri Mahasiswa memiliki kesempatan untuk melakukan studi lapangan di ruang produksi dan berbicara langsung dengan karyawan perusahaan. Mereka dapat belajar tentang strategi pemasaran, manajemen operasional, dan proses produksi yang digunakan PT Pratista Surya Utama.
Akhir kegiatan adalah sesi tanya jawab, di mana siswa aktif berbicara dan mengajukan pertanyaan kepada narasumber tentang pengalaman mereka dan pekerjaan mereka. PT Pratista Surya Utama berharap dapat terus bekerja sama dengan FE UWM dalam kegiatan serupa di masa mendatang.
Kunjungan ini merupakan salah satu langkah strategis FE UWM untuk memberi mahasiswanya pengetahuan praktis dan membangun hubungan yang kuat dengan industri. Untuk menciptakan sinergi yang saling menguntungkan, diharapkan akan ada lebih banyak kerja sama di masa depan.

Webinar Nasional FE UWM Bahas Inovasi dan Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045

Sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis Universitas Widya Mataram (UWM) yang ke-42, Fakultas Ekonomi (FE) UWM menggelar Webinar Nasional dengan tema “Inovasi dan Transformasi Ekonomi dalam Mencapai Visi Indonesia Emas” pada Senin (28/10) pagi. Webinar yang diikuti oleh lebih dari 100 peserta ini, menghadirkan Dekan FE UWM Dr. Jumadi, S.E., M.M. sebagai Keynote Speaker. Sedangkan para narasumber dalam webinar nasional ini adalah dosen STIAB Jinarakkhita Lampung, Hendri Ardianto, S.Pd.B., M.Pd. dan Dosen FE UWM Wulan Dari, S.E., M.Acc., AWP., M.A. Acara ini dimoderatori oleh Dosen Program Studi Kewirausahaan FE UWM Bahri, S.E., M.M.

Dr. Jumadi dalam kesempatan ini menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia dan inovasi untuk membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. “Inovasi bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga mencakup penciptaan produk dan layanan baru yang mampu meningkatkan daya saing bangsa. Transformasi ekonomi harus melibatkan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat,” ujarnya. Ia juga menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur dan peningkatan akses teknologi menjadi pilar penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang stabil dan kuat.

Sementara itu, Hendri Ardianto turut membahas aspek digitalisasi sebagai faktor kunci dalam ekonomi masa depan. Menurutnya, peran digitalisasi dalam sektor UMKM dan layanan keuangan melalui fintech akan membawa dampak besar terhadap peningkatan efisiensi dan daya saing ekonomi. “Kita perlu memperkuat ekosistem digital dan mendukung pertumbuhan start-up lokal untuk mewujudkan ekonomi berbasis pengetahuan dan teknologi,” ungkapnya. Ia juga menyoroti pentingnya membangun infrastruktur berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sebagai langkah menuju ekonomi hijau.

Di sisi lain, Wulan Dari membahas transformasi digital dalam akuntansi yang menjadi fondasi transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan keuangan. “Digitalisasi dan penerapan teknologi blockchain dalam akuntansi akan memperkuat keamanan transaksi serta mengurangi praktik korupsi. Langkah ini tidak hanya membantu pengambilan keputusan yang lebih baik, tetapi juga meningkatkan minat investasi asing di Indonesia,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa transformasi akuntansi berbasis teknologi diperlukan untuk mendukung keberhasilan Visi Indonesia Emas 2045, terutama dalam menghadapi tantangan bisnis modern yang semakin kompleks.

©HumasUWM